Site Map

Tampilkan postingan dengan label Tips Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Investasi. Tampilkan semua postingan

24/01/12

Budidaya Jarum


Budidaya jamur tiram putih yang bernama latin Pleurotus ostreatus ini masih tergolong baru. Di Indonesia budidaya jamur tiram mulai dirintis dan diperkenalkan kepada para petani terutama di Cisarua, Lembang, Jawa Barat pada tahun 1988, dan pada waktu itu petani dan pengusaha jamur tiram masih sangat sedikit. Sekitar tahun 1995, para petani di kawasan Cisarua, yang semula merupakan petani bunga, peternak ayam dan sapi mulai beralih menjadi petani jamur tiram meski masih dalam skala rumah tangga. Dalam perkembangannya, beberapa industri berskala rumah tangga bergabung hingga terbentuk CV dan memiliki badan hukum. 

Sekilas tentang Jamur Tiram 

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Selain karena memiliki cita rasa yang khas, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Jamur tiram mengandung protein sebanyak 19 - 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 - 81,8 %. Selain itu jamur tiram mengandung tiamin atau vit. B1, riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih komplit sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan. 


Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram cukup tinggi, sehingga produksi jamur tiram mutlak diperlukan dalam skala besar. 

Latar Belakang 

Pemilihan bentuk usaha budidaya jamur tiram ini dilatarbelakangi oleh : 

Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Pasar jamur tiram yang telah jelas dan permintaan pasar yang selalu tinggi dan minus ini memudahkan para pembudidaya memasarkan hasil produksi jamur tiram. 

Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Bahan baku yang dibutuhkan tergolong bahan yang murah dan mudah diperoleh seperti serbuk gergaji, dedak dan kapur, sementara proses budidaya sendiri tidak membutuhkan berbagai pestisida atau bahan kimia lainnya. 

Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar pertanian jamur tiram. 


ANALISIS PASAR 

Deskripsi produk 

Produk jamur tiram yang dihasilkan berupa : 
-Jamur Tiram segar 
-Produk turunan Jamur Tiram seperti kripik jamur, jamur goreng tepung, jamur siap masak dalam kemasan plastik, dll. 

Prospek Pasar Budidaya Jamur 

Budidaya jamur tiram di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung telah memiliki pasar yang jelas. Hampir semua petani jamur tiram memiliki hubungan dengan pedagang yang siap menerima hasil produksi jamur tiram dari petani dengan harga yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan tanaman sayuran lainnya. Hal ini diperkuat dengan beberapa alasan sebagai berikut: 

1.Permintaan jamur tiram di daerah Bandung dan sekitarnya mencapai 7 - 10 ton /hari. Adapun produksi jamur tiram baru mencapai 2,5 - 3 ton /hari. Ini berarti terdapat gap sebesar 4 - 7 ton /hari, yang sedikitnya dapat diisi dalam rencana budidaya jamur tiram ini. 

2.Pasar jamur tiram saat ini telah meluas di sekitar Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten sehingga diperlukan produksi jamur tiram dalam skala besar. 

3.Masyarakat semakin sadar pentingnya mengkonsumsi jamur untuk tujuan kesehatan. 

4.Jamur saat ini dikonsumsi sebagai pengganti daging selain dari beralihnya pola makan masyarakat kepada bahan pangan organik. 


Kebutuhan dan Kecenderungan Pasar 

Target market usaha ini adalah konsumen jamur dari house need sehingga kebutuhan akan jamur tiram masih tergolong tinggi dan pemenuhannya masih terbatas pada pasar tradisional pada umumnya dan beberapa retail pada beberapa kota besar. 

Sementara itu kecenderungan pasar akan jamur tiram masih tergolongkan pada secondary goods, namun permintaan pasar masih tinggi. Sebaliknya pada segmen hotel dan restoran yang kebutuhan akan jamur tiramnya cukup tinggi suppliers jamur tiram minim dan masih sangat dibutuhkan. 

Kecenderungan dari hotel dan restoran yang paling penting untuk disikapi adalah pelayanan akan faktor satisfaction penyediaan barang, mulai dari ketepatan waktu, jenis pambayaran, layanan purna jual, dan yang paling utama penurunan harga jual. 

Proyeksi Pengembangan Usaha 

Usaha ini diorientasikan sebagai usaha kecil menurut banyak pakar ekonomi, namun usaha tersebut dipandang sebagai tulang punggung dalam salah satu pemulihan ekonomi Indonesia. Untuk itu pengembangan budidaya jamur ini akan dibagi dalam tiga tahap, yaitu: tahap industri kecil awal, tahap industri kecil lanjut, dan tahap industri menengah. Penjelasan mengenai ketiga tahap industri tersebut adalah sebagai berikut : 

A. Tahap Industri Kecil Awal 
Tahap ini merupakan langkah awal menuju terbentuknya industri padat karya yang kuat dan kokoh 
- Menerapkan standar produksi yang tepat untuk mengoptimalkan hasil budidaya jamur. 
- Penyempurnaan sistem produksi, keuangan dan distribusi. 
- Penambahan tenaga kerja. 
- Pencarian investor 
Tahap industri kecil awal ini merupakan jembatan menuju berdirinya industri kecil yang kokoh. Investasi yang dibutuhkan untuk tahap industri kecil awal diperkirakan berkisar antara 30 hingga 100 juta rupiah. 

B. Tahap Industri Kecil Lanjut 
Tahap ini merupakan pengembangan dari tahap industri kecil awal. Setelah kebutuhan dana mencukupi, dan seluruh kekurangan telah dapat diatasi, maka dimulailah industri kecil lanjut yang ditargetkan untuk memiliki perijinan dan pembentukan badan usaha. Industri ini diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja, mulai dari pekerja kasar di bagian produksi hingga profesional di bidang pemasaran, R & D dan administrasi. 

Tahap industri kecil lanjut ini merupakan jembatan menuju berdirinya industri menengah nasional yang produksinya diperkirakan mencapai sedikitnya 100.000 baglog produksi per musim. Tahap industri kecil lanjut itu sendiri diharapkan mampu memproduksi hingga 9 ton per bulan. Investasi yang dibutuhkan untuk tahap industri kecil lanjut ini diperkirakan berkisar antara 150 hingga 200 juta rupiah. 

C. Tahap Industri Menengah Nasional 

Secara umum, tahap industri menengah adalah perluasan dari industri kecil, mulai dari sistem, kapasitas produksi hingga ekspansi distribusinya. Tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan ekspor. Tahap ini diharapkan mampu menyerap sedikitnya 50 tenaga kerja. Investasi yang diperlukan masih dalam analisis. 


Bagi rekan rekan yang memiliki minat untuk mendalami dunia usaha ini kami membuka kesempatan kerjasama dalam bentuk investas

04/01/12

Memaksimalkan Investasi di Pasar Saham

Tidak bisa dipungkiri Bursa Efek Indonesia tempat kita berinvestasi saham di Indonesia memang cukup volatile alias naik turun sangat cepat seperti roller coaster. Banyaknya dana-dana asing yang mencari keuntungan sesaat di bursa Indonesia membuat bursa rentan terhadap pelarian dana kembali ke luar negeri. Sedangkan komposisi trader alias pedagang saham di Indonesia dibandingkan dengan investor masih lebih banyak pedagang. Investor biasanya masuk melalui produk reksadana, dana pensiun dan asuransi. Hal ini menyebabkan bursa semakin volatile, karena banyaknya jumlah transaksi jual-beli dibandingkan beli-tahan untuk jangka panjang.

Apabila kita seorang pedagang, alias hidup atau melakukan transaksi saham jual-beli secara rutin ada beberapa hal yang harus diingat. Seperti halnya perencana keuangan yang harus membuat perencanaan, maka trading alias berdagangpun harus membuat perencanaan. Kita merencanakan saham-saham apa yang secara fundamental akan kita beli. Kemudian kita hitung apakah harganya sudah cukup murah atau belum (under valued) sebagai salah satu tanda untuk kita mulai berinvestasi atau membeli saham tersebut.

Setiap orang mempunyai gaya bertransaksi yang berbeda-beda. Ada yang hanya akan masuk dan keluar (beli dan jual suatu saham) dihari yang sama. Mereka tidak ingin memegang posisi ketika pasar sedang tutup. Beberapa orang senang menahan jual beli mereka sampai satu minggu atau sampai harga yang mereka targetkan tercapai. Apapun gaya kita, satu hal yang harus selalu diingat adalah JANGAN SERAKAH.

Buatlah target hasil investasi atau return yang diinginkan. Segera ketika kita mencapai target tersebut lalu keluarlah. Keserakahan selalu mencoba menahan kita untuk tetap bertahan disuatu emiten saham karena kita berfikir harganya akan naik lebih tinggi lagi. Buatlah batas toleransi kerugian misalkan 1% atau 5% dari investasi kita sebelum kita keluar (cut loss).

Kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak pemain pemula adalah tidak berani keluar atau cut loss. Mereka tidak mau mengakui bahwa mereka telah salah mengambil keputusan atau salah posisi sehingga mengalami kerugian. Akan tetapi mereka tetap tidak mau keluar atau cut loss. Akibatnya mereka harus bertahan dengan kerugian yg diderita dengan harapan suatu hari sahamnya akan kembali dan uang mereka kembali.

Apabila dipelajari dengan baik dan benar, bertransaksi saham sebenarnya adalah suatu aktivitas yang seru dan mengasyikan. Apalagi ketika pasar sedang turun seperti saat ini. Kembali kata kuncinya adalah disiplin dalam melakukan transaksi. Apabila kita disiplin secara rutin niscaya investasi kita akan memberikan total hasil investasi yang memuaskan.

Kenali Risk & Return Investasi Anda per

Kita sering mendengar perkataan yang mengatakan bahwa Risk & Return selalu berdampingan dan berbanding lurus alias sama, bahasa kerenya ya High Risk High Return. Maksudnya, ketika target hasil investasi kita naik, maka risiko dari investasi kita juga akan ikut naik. Atau ketika ada sebuah produk yang menawarkan hasil investasi (return) yang cukup tinggi, maka bisa dipastikan produk tersebut mengandung resiko "tersembunyi" yang mungkin kita tidak mengerti atau mengetahuinya. Meskipun hal ini sering didengung-dengungkan, tapi masih saja orang yang bertanya-tanya tentang suatu produk atau bahkan skema investasi. Fenomena menjadi Kaya inilah yang kemudian membuat banyak orang buta alias rasionalnya terganggu ketika dihadapkan pada tawaran produk investasi yang menjanjikan memberikan hasil yang sangat tinggi. Menjadi kaya adalah impian semua orang, apalagi menjadi kaya secara cepat. Sayangnya hal tersebut tidak akan pernah diajarkan oleh seorang Perencana Keuangan.

Dalam proses Perencanaan Keuangan yang baik dan benar yang dilakukan oleh seorang Perencana Keuangan profesional, maka seorang klien akan dibuatkan sebuah Buku Plan yang sesuai dengan tujuan keuangan mereka dan akan diminta untuk mengalokasikan dana dan terus menambah investasi mereka setiap bulan. Dibutuhkan kegigihan dan disiplin tinggi untuk selalu bisa melakukan ini setiap bulan selama bertahun-tahun. Bagi sebagain besar orang Indonesia yang ingin serba instant hal ini dirasakan lama dan membuang-buang waktu. Makanya banyak orang yang mencari jalan pintas untuk meningkatkan hasil investasinya sampai 50% bahkan ada yang ingin sampai 100% dalam waktu singkat melalui skema-skema investasi tersebut. Itulah sebabnya juga skema investasi masih tetap marak dan banyak menelan korban.

Bermain dengan risiko dan konsekuensi yang akan diterima adalah cukup berat. Apabila ada suatu strategi investasi yang bisa memberikan hasil sampai dengan 50% ataupun 100% maka bisa dipastikan bahwa risikonya pun akan setimpal yaitu kita mempunyai potensi untuk kehilangan dana kita 50% sampai 100%. Pertanyaannya adalah apabila kita mempunyai tabungan satu-satunya sebesar Rp. 100 juta yang kita investasikan dengan harapan mendapatkan hasil 50%, nah pada saat kita berhasil dan investasi kita naik 50% menjadi Rp 150 juta apakah hal ini akan mengubah gaya hidup kita. Mungkin iya sedikit, mungkin kita akan membeli HP baru atau jalan-jalan bersama keluarga. Tapi tidak serta merta membuat kita menjadi kaya dan menjadi miliuner kan?.

Bagus sekali apabila investasi kita naik 50% akan tetapi seperti yang saya disebutkan diatas apabila bisa naik 50% maka investasi kitapun juga bisa turun 50%. Nah sekarang skenarinya saya balik, pertanyaannya adalah apabila investasi kita turun minimum 50% apa yang terjadi? Ketika dana kita kita satu-satunya yang kita investasikan dengan risiko tinggi ini turun dari 100 juta menjadi hanya tinggal 50 juta, apakah akan merubah hidup kita? Sudah barang tentu akan terasa berat untuk kita. Kemungkinan kita harus kerja lembur atau mencari penghasilan tambahan agar kita bisa menabung lagi untuk menutup kerugian kita. Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk mendapatkan kembali kerugian Rp 50 juta tersebut? Apakah kerja keras dan kerja tambahan ini setimpal dengan hasil yang kita dapatkan apabila kita untung 50%?.

Oleh sebab itu pikirkan kembali baik-baik apabila kita ingin serakah dalam berinvestasi. Jangan tergoda dengan skema-skema investasi yang memberikan iming-iming hasil yang menggiurkan dan akibatnya sering menyesatkan. Pergunakan akal sehat kita dan selalu ingat bahwa semakin tinggi hasil investasi yang kita harapkan maka semakin tinggi juga potensi risiko terhadap investasi tersebut.

Yang Harus Disiapkan Ketika Krisis Keuangan Melanda

Kita sudah pernah membahas tentang bagaimana sebaiknya kita bereaksi ketika bursa turun ditulisan dibulan Agustus 2011 kemarin. Kita juga sudah membahas strategi diversifikasi untuk mengurangi resiko penurunan investasi kita dibulan September 2011. Sekarang masuk ke bulan Oktober dan tekanan penurunan dibursa semakin besar. Apabila kita sempat keluar (untuk yang trading) sebelum market drop berarti posisinya sudah lebih aman. Lalu bagaimana dengan investasi kita yang untuk jangka panjang? Apa yang harus dilakukan dan diperhatikan oleh kita dalam kondisi seperti saat-saat ini sambil menunggu dan berharap bursa naik kembali?

Dalam proses menunggu bursa ini ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dengan keuangan dan portfolio kita agar kita tidak membuat kondisi keuangan keluarga menjadi semakin parah. Pertama yang harus selalu diperhatikan dan dijaga adalah jumlah Dana Darurat atau Emergency Fund yang kita miliki. Apakah jumlahnya masih sesuai dengan kebutuhan kita? Apakah kita pernah menggunakan sebagaian dari Dana Darurat sebelumnya dan belum mencicil lagi?

Kembali ke rumus Dana Darurat, bagi yang masih single dan tidak mempunyai tanggungan maka hanya membutuhkan sebesar 3 bulan kebutuhan bulanan, atau untuk lebih mudahnya dihitung dari penghasilan. Untuk yang mempunyai 2 orang tanggungan harus menyediakan dana sebesar 6 bulan penghasilan. Sedangkan apabila kita mempunyai lebih dari 2 orang tanggungan, Dana Darurat yang harus dipersiapkan sebesar 12 bulan.

Pastikan jumlah Dana Darurat kita tetap tercukupi dan sesuai dengan kebutuhan kita serta ditempatkan pada produk keuangan yang aman dan dapat dicairkan kapan saja. Hal terakhir yang kita inginkan terjadi adalah, ketika bursa sedang turun tiba-tiba kita terjebak dalam kondisi darurat, sementara Dana Darurat kita jumlahnya kurang alias tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Akibatnya kita harus mencairkan investasi kita di produk pasar modal yang saat ini jumlah sudah pasti menurun.
Hal kedua yang harus kita perhatikan dalam kondisi seperti saat ini adalah memastikan apakah polis asuransi kita tetap berjalan dan siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Bagi sebagian dari kita yang mempunyai perlindungan asuransi kesehatan terbatas (ada batas nominal per tahunnya), cek ke bagian personalia (HRD) apakah limit kita dan keluarga masih ada dan jumlahnya cukup apabila terjadi kondisi dimana kita harus dirawat. Apabila kita membeli asuransi sendiri (khususnya asuransi kesehatan rawat inap), Pastikan kita telah membayar premi asuransi dan pastikan polisnya masih berjalan (tidak lapse). Perhatikan juga jenis polis dan proteksi yang kita miliki, jangan sampai kita salah beli jenis asuransi. Kalau masih kurang paham tentang asuransi bisa dibaca dibuku yang baru saya luncurkan berjudul Shocking Unitlink. Jangan sampai kita lupa membayar polis asuransi yang sudah jatuh tempo, disaat yang bersamaan ada anggota keluarga yang tiba-tiba sakit dan harus dirawat inap di rumah sakit atau musibah lain. Akibatnya bisa ditebak, apabila polis kita lapse, dalam kondisi darurat kita tidak bisa menggunakan asuransi tersebut untuk membayar klaim rumah sakit kita.

Dalam kondisi bursa yang sedang gonjang-ganjing seperti saat ini dan mungkin saja berdampak pada krisis ekonomi, kondisi ekonomi menjadi tidak stabil. Apabila hal ini berlaku dalam waktu panjang, maka tidak menutup kemungkinan pada performance perusahaan. Disaat kondisi memburuk bisa saja terjadi perusahaan tempat kita bekerja mengalami kesulitan keuangan atau bahkan kerugian. Waspadalah. Oleh sebab itu dalam kondisi yang tidak stabil seperti sekarang sangat tidak disarankan untuk membuat utang baru terutama utang konsumtif. Tahan dahulu diri kita untuk tidak membeli barang-barang yang belum dibutuhkan sampai kondisi berangur-angsur pulih.

Terakhir, dalam kondisi seperti saat ini Cash is the King. Dengan memegang uang cash lebih banyak kita bisa menggunakannya apabila dibutuhkan dalam kondisi emergency. Selain itu, cash dapat digunakan untuk mengambil kesempatan berinvestasi disaat harga-harga sudah mentok turun dan mulai naik kembali sehingga kita bisa berinvestasi diharga yang murah. Yang harus selalu diingat adalah, setiap terjadi krisis atau penurunan harga dibursa dan intrumen investasi lain, selalu ada kesempatan untuk mendapatkan keuntungan.

Mau Return Investasi Berapa?

Coba tanya ke diri kita sendiri sebelum membeli suatu produk keuangan atau berinvestasi, sebenarnya kita mau return alias mendapatkan berapa hasil investasi? Atau mau return berapa sih sebenarnya? Apakah 5% cukup? Atau 10% dan 15%? Atau bahkan 20% dan lebih? Kata bijak yang menyebutkan "High Return High Risk" memang selalu mengingatkan kita apabila kita mencari hasil investasi yang tinggi atas dana yang kita investasikan.

Bagi sebagian orang yang sudah mengerti investasi, angka double digit tersebut tentu saja tidak akan cukup apabila dibandingkan dengan kenaikan harga spesifik saham. Apalagi bila dibandingkan dengan keuntungan dari suatu bisnis yang bisa sampai puluhan atau bahkan ratusan persen. Hasil investasi atau keinginan untuk mendapatkan return / profit yang tinggi itulah menyebabkan mengapa selalu ada investor tidak akan pernah puas dengan hasil investasi yang 'hanya' 15%-20% per tahun tersebut.

Kembali ke investasi di bursa saham, apabila kita melihat sejarah rata-rata hasil investasi di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak tahun 1988 sampai dengan tahun 2006 (18 tahun), maka rata-rata hasil investasi yang bisa didapatkan bisa hampir mencapai 30% per tahun. Disini tidak diikut sertakan perhitungan kenaikan ditahun 2007 karena kenaikan ditahun tersebut cukup signifikan sebelum kemudian terkena krisis ditahun 2008. Sedangkan ditahun 2008 kondisi pasar dunia dilanda kelesuan karena adanya Global Crisis yang menyebabkan harga-harga saham rontok cukup dalam sebelum kembali lagi ke posisi semula ditahun 2009 dan terus menanjak naik sampai awal tahun 2011 kemarin. Meskipun selalu disebutkan disclaimer bahwa hasil investasi yang lampau tidak bisa dijadikan patokan untuk hasil investasi dimasa yang akan datang, akan tetapi melihat rata-rata real hasil investasi di bursa yang hampir mencapai 30% per tahun, maka kita bisa mengharapkan mendapatkan hasil investasi antara 20%-25% apabila kita berinvestasi diproduk pasar modal, salah satunya reksadana saham.

Angka-angka tersebut terlihat sangat fantastis akan tetapi tidak banyak dari investor yang bisa mempertahankan hasil investasi rata-ratanya diatas 20% untuk investor di luar negeri dan 25% untuk investor di Indonesia. Sebagai contoh, di luar negeri seperti di Amerika Serikat seorang investor kawakan dan guru bagi banyak investor lain di bursa dan salah satu top 10 orang kaya di dunia yaitu Warren Buffet hanya 'mampu' mendapatkan hasil investasi rata-rata untuk portfolio perusahaannya, Bershire Hathaway, yaitu sebesar 23% per tahun sejak tahun 1965.

Ketika seorang guru investasi yang kawakan dan sudah berpengalaman puluhan tahun hanya bisa mendapatkan hasil sebesar itu, bagaimana dengan kita yang hanya investor rata-rata. Dengan kata lain: Janganlah kita terlalu Banyak Berhayal. Oleh sebab itu tanyakan ke diri kita kembali, sebenarnya kita mau return berapa besar sih?

Menghitung Untung Rugi Investasi

Menyambung dari tulisan sebelumnya tentang hasil investasi yang sebenarnya, kali ini ada baiknya kita mencoba belajar untuk menghitung keuntungan dari investasi kita (kerugian juga). Banyak orang yang belum paham cara menghitung keuntungan investasi mereka, sementara itu banyak cara juga untuk menghitung investasi dan hasil dari investasi kita, beberapa yang cukup dikenal adalah cara aritmatik dan geometrik. Tapi banyak orang yang kurang paham akan istilah-istilah tersebut.

Padahal mengetahui hasil investasi kita dan menghitung keuntungan dari investasi kita adalah salah satu hal yang penting sehingga kita bisa mengetahui apakah produk yang kita pilih sudah tepat dan memberikan hasil sesuai harapan kita. Dilain pihak kita juga bisa melihat dan menghitung apakah hasil investasi yang diberikan oleh produk yang kita pakai sesuai dengan resiko yang juga terdapat pada produk tersebut.


Adapun perhitungan yang sangat sering dilakukan adalah dengan menggunakan nominal dimana nilai investasi kita sekarang dikurangi nilai investasi kita pada saat masuk (investasi diawal) dibagi nilai investasi kita diawal maka didapatlah keuntungan investasi kita. Contoh, apabila kita membeli selembar saham perusahaan X seharga Rp. 5.000,- dimana setelah kita investasi selama 1 tahun harga saham tersebut naik menjadi Rp. 6.500, maka keuntungan investasi yang telah kita dapatkan dari kenaikan harga saham (capital gain) adalah sebesar 30%, Rp. 6.500 - Rp. 5.000 = Rp. 1.500 / Rp. 5.000 = 0.3 x 100 = 30%

Perhitungan yang sama dapat kita lakukan dengan investasi kita di produk seperti unitlinked dan reksa dana dimana kedua produk ini menggunakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebagai patokan harga unit. Contoh, kita berinvestasi sebesar Rp. 10.000.000 di sebuah reksa dana saham dengan NAB awal seharga Rp. 1.000,- per unit. Artinya kita memiliki unit sebanyak Rp. 10.000.000,- / Rp. 1.000 = 10.000 unit. Nah, ketika NAB kita naik (info bisa dilihat di surat kabar) menjadi Rp. 1.150 per unit, maka hasil investasi kita naik sebesar Rp. 1.150 – Rp. 1.000,- = Rp. 150 per unit / Rp. 1.000 = 0.15 x 100 = 15%.

Demikian juga kebalikannya apabila investasi kita menurun, apabila terjadi kerugian investasi maka hasil investasi dana kita akan menjadi minus apabila nilai atau hasil investasi akhir kita bernilai dibawah dari investasi awal kita. Meskipun dalam berinvestasi dipasar modal kerugian tersebut masih bisa berbalik arah menjadi naik (untung) kembali apabila kita berinvestasi untuk jangka panjang. Satu hal yang harus kita ingat adalah, keuntungan maupun kerugian yang telah kita hitung tersebut adalah hanya diatas kertas, yang dikenal dengan istilah unrealized profit / loss atau keuntungan / kerugian yang belum direalisasikan. Keuntungan tersebut baru akan menjadi milik kita, atau kerugian tersebut baru kita rasakan ketika investasi kita sudah kita jual.

Oleh sebab itu mulailah berinvestasi dan lakukan perhitungan hasil investasi kita yang sudah beranak pinak tersebut, asal jangan sering-sering dihitung karena investasi bisa naik dan turun kapan saja.

Memaksimalkan Bisnis via Jejaring Sosial? Ini Tipsnya

Jika anda baru memulai sebuah bisnis kecil-kecilan, mengatur waktu adalah yang paling utama, karena setap detik yang anda gunakan sangat berharga bagi bisnis anda. Kita semua tahu waktu adalah uang.

Berbagai teknologi yang tersedia dewasa ini bisa sangat membantu anda dalam berbisnis. Namun, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, teknologi malah bisa menjadi penyita waktu anda yang berharga untuk urusan yang kurang penting.

Salah satu teknologi paling anyar yang saat ini sedang digandrungi adalah social media alias media jejaring sosial. Media jejaring sosial bisa sangat membantu tapi juga menyita waktu anda secara bersamaan, terutama para pelanggan dan calon pelanggan yang berharap dapat respon cepat 24 jam nonstop.

Dilansir dari financialedge, Jumat (8/12/2011), berikut beberapa tips untuk menentukan seberapa banyak waktu yang bisa anda habiskan untuk 'menjual' perusahaan anda di Twitter, Google+, Facebook, dan media sosial lainnya.

1. Tidak ada yang namanya sukses dalam sehari

Kesuksesan butuh kerja keras, waktu dan dedikasi tinggi, ini berlaku juga di sosial jejaring media. Anda bisa mulai men-tweet soal perusahaan dan produk anda untuk beberapa bulan pertama. Hasilnya akan berbeda-beda.

Mungkin beberapa orang tidak akan mengalami perubahan yang drastis dari bisnisnya dalam tiga bulan pertama, tapi beberapa orang lainnya mungkin saja sudah bisa meraup omzet yang meningkat tiga kali lipat.

Cukup sulit juga untuk mengukur seberapa sukses anda berjualan di media jejaring sosial. Sebagai contoh, meningkatnya omzet bisa menjadi ukuran kesuksesan. Tapi, image positif dan jumlah penggemar atau pengikut (follower) perusahaan anda juga tidak bisa disepelekan begitu saja.

Pastikan anda membangun image perusahaan dan produk yang positif dan jangan lupa tetap melayani para pelanggan dan calon pelanggan di dunia maya. Lakukan secara efektif, jangan berlebihan sampai menyita waktu anda.

2. Pasang target feedback konsumen

Setiap aksi yang dilakukan di media sosial oleh sebuah perusahaan atau tim marketingnya, seperti posting di Facebook atau berkicau di Twitter, pasti ada target imbal balik (feedback) dari pelanggannya. Salah satu tujuan perusahaan menggunakan media sosial adalah, mempertegas keberadaan merek, meningkatkan penjualan, memperbaiki dan menjaga persepsi konsumen dan lain sebagainya.

Tapi, semua itu tidak akan efektif jika anda tidak memasang target. Anda akan menghabiskan banyak waktu di media sosial karena tahu tujuannya untuk apa, tapi tidak tahu kapan mencapai tujuan tersebut.

Begitu anda siap untuk menggelar kampanye promosi di jejaring sosial, pastikan anda punya target yang tepat dan sistem pengukur untuk memonitor seberapa sukses kampanye tersebut. Dengan monitor yang rutin, anda bisa menentukan seberapa jauh anda dari target dan apa yang harus dilakukan, harus menambah frekuensi atau malah mengurangi.

3. Atur frekuensi promosi

Konsumen mungkin saja menyukai produk atau jasa layanan perusahaan anda, terlihat dari banyaknya 'like this' di postingan Facebook anda atau jumlah pengikut di Twitter. Tetapi bukan berarti mereka ingin dibanjiri dengan postingan promosi anda setiap saat.

Amati setiap perilaku pengikut anda di dunia maya. Jika komentar di postingan Facebook atau retweet sudah mulai lesu, ini bisa berarti anda terlalu banyak berpromosi atau mungkin jenis promosi yang adan lakukan sudah mulai membosankan.

4. Jangan abaikan proses bisnis anda

Media jejaring sosial betujuan untuk meningkatkan penjualan, promosi dan hubungan masyarakat (public relation/PR), jangan sampai anda terlalu berkonsentrasi di tempat ini dan malah mengabaikan seluruh proses bisnis secara keseluruhan.

Sambil anda memonitor tren, melihat imbal balik konsumen dan mengatur frekuensi promosi, jangan sampai lupa untuk memperhatikan kelangsungan bisnis anda, pastikan tidak ada proses yang terabaikan karena terlalu banyak berselancar di dunia maya.

Kesimpulan:

Strategi promosi lewat media sosial yang efektif lebih kepada kualitas dan konsistensi ketimbang kuantitas. Promosi seperti ini juga butuh masukan dan hubungan dengan konsumen, yang sebenarnya butuh waktu cukup lama untuk membentuk konsumen yang loyal.

Anda juga harus bisa membagi waktu antara berpromosi di dunia maya dan mengurus seluruh proses bisnis anda secara utuh, ini hal yang tidak mudah. Namun demikian, dengan rencana yang matang sistem yang teratur, semua ini bisa dilakukan.

Wanita Kelola Investasi Sendiri, Kenapa Tidak? Ini Tipsnya

Memupuk kekayaan di zaman sekarang tak lagi didominasi kaum pria. Wanita yang mengelola sendiri investasinya pun sudah banyak, meski tujuannya mungkin berbeda-beda, mulai dari ingin punya investasi kecil-kecilan hingga berniat sepenuhnya mandiri dan tidak bergantung kepada pria untuk segala kebutuhannya.

Namun kebanyakan wanita mengalami kesulitan dalam memupuk investasinya mengingat gaya hidup boros yang melekat pada dirinya. Nah, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan bagi para wanita yang ingin berinvestasi.

Berikut tips-tips mengelola investasi untuk wanita sebagaimana diilansir dari beginnerinvest.com, Kamis (23/11/2011).

1. Gaya hidup seperti apa yang menjadi impian anda?

Ketika anda ingin mulai berinvestasi, tentukan dulu tujuannya. Apakah anda ingin berbelanja puluhan juta setiap bulan? Dana masa depan anak-anak? Ingin lebih banyak diam di rumah daripada bekerja normal? Modal untuk bisnis? Beli rumah? Apa tujuan anda?

Memangnya tujuan itu penting? Kebanyakan wanita biasanya tidak peduli akan tujuan dari berinvestasi, yang penting bisa menghasilkan banyak uang. Kalau memang maunya begitu, tinggal nikahi saja pria kaya berpenghasilan tinggi setiap bulannya.

Anjuran ini biasanya keluar dari mulut wanita lain, padahal dunia sudah banyak berubah, kini wanita sudah setara dengan pria tidak lagi menjadi mahluk yang harus tergantung kepada kaum adam.

Tujuan dari berinvestasi tidak selamanya hanya untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyak dalam waktu singkat. Namun, ada hal yang lebih mendalam dari sebuah investasi, yaitu mengajarkan anda mengatur dana dan aset yang bisa memastikan anda menjalani kehidupan yang diimpikan selama ini.

Bagi beberapa wanita, kehidupan yang diimpikan adalah bekerja di rumah sehingga bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak. Bagi sebagian lain, berniat menggenjot dana yang cukup banyak sehingga bisa jalan-jalan ke negara lain.

Karena anda akan menyisihkan sebagian uang, maka sebaiknya anda rancang target. Target ini sebaiknya masuk akal, jangan sampai mimpi anda rusak karena target yang terlalu muluk-muluk.

2. Wanita tidak butuh pria untuk menjadi kaya

Ide wanita butuh pria untuk menjadi kaya raya itu sudah menjadi mitos yang hanya terjadi di masa lampau. Saham, obligasi, properti, hak paten, hak cipta lagu, dan merek bisa dimiliki baik itu oleh pria maupun wanita. Semua ini adalah instrumen investasi yang bisa menjadi mesin uang.

Setelah anda menentukan targat dalam berinvestasi, mulailah biasakan diri dengan instrumen-instrumen tersebut. Tidak peduli anda pria atau wanita, instrumen-instrumen investasi tersebut tidak bergantung pada jenis kelamin untuk menghasilkan uang.

Pilihlah instrumen investasi yang cocok menurut anda, fokus pada nilai investasi awal, usahakan tidak memberatkan keuangan anda secara keseluruhan. Akan lebih baik jika anda memilih lebih dari satu instrumen demi mengurangi risiko.

Jika semua berjalan dengan baik maka investasi ini akan membuat hidup anda jauh lebih baik dan membuat anda mandiri. Ada baiknya anda memantapkan keuangan sebelum memutuskan untuk menikah.

Pada saatnya nanti, sesudah pria impian masuk dalam kehidupan anda, investasi ini bisa anda padukan bersama sehingga jalan menuju impian lebih cepat dilalui. Tapi, anda tidak perlu menunggu belahan jiwa untuk bisa mendapatkan kehidupan yang layak.

3. Investasi yang berhasil adalah yang dimulai sejak dini

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Mulailah menabung sejak dini. Sisihkan sebagian penghasilan ke sebuah tabungan khusus yang tidak boleh diganggu gugat.

Semakin cepat anda menabung, maka semakin lama jangka waktu yang diperlukan untuk tumbuh. Untuk memulainya, anda tidak perlu menyisihkan dalam jumlah banyak. Sedikit saja tetapi usahakan bisa ditambah terus setiap anda punya uang lebih.

Begitu mencapai dana yang diinginkan untuk mulai berinvestasi, segeralah cari instrumen yang anda inginkan lalu masukan dana tersebut. Sisihkan kembali uang lebih anda, kali ini jangan masuk tabungan tetapi langsung ke portofolio anda.

4. Jangan menghamburkan hasil investasi anda, perluas investasi anda

Lebih banyak menabung dan berinvestasi, berarti lebih banyak uang yang bisa anda hasilkan. Anda bisa mulai bisnis sampingan, meningkatkan skill anda, cari ilmu tambahan, atau memantau pergerakan pasar. Apapun bisa dilakukan demi mencari lebih banyak uang.

Adalah hal yang sangat normal untuk kebanyakan wanita ketika baru saja mendapat keuntungan dari investasi, langsung ingin dihabiskan begitu saja. Kadang malah untuk barang-barang yang sebenarnya tidak perlu.

Dana hasil investasi ini bisa anda tanamkan di instrumen investasi lain, contohnya jika anda baru saja mendapat keuntungan dari investasi saham, dananya bisa dipakai untuk masuk ke properti atau jadi suntikan modal bisnis kecil-kecilan.

Dengan mengalihkan uang hasil investasi ini ke instrumen kedua, maka usahakan kehidupan sehari-hari anda bisa terpenuhi dengan gaji yang biasa anda dapat. Jangan sampai anda kekurangan dana untuk keseharian karena dipaksakan masuk ke instrumen investasi kedua.

5. Pertimbangkan perjanjian pranikah

Wanita berhak untuk mendapatkan perlindungan atas aset-asetnya. Biasanya, justru pria lah yang mengajukan perjanjian pranikah. Tapi sebenarnya anda juga berhak, untuk memastikan jika terjadi kemungkinan terburuk maka aset-aset anda tidak akan hilang.

Setiap pasangan biasanya punya komitmen masing-masing, termasuk kesepakatan atas perjanjian pranikah. Jika anda sebagai wanita punya aset yang cukup besar nilainya, anda benar-benar harus mempertimbangkan untuk mengambil perjanjian ini.

Bagaimana anda tahu perjanjian pranikah ini memang anda perlukan? Di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa anda ikuti sebelum menyewa wedding organizer:

  • Apakah anda punya investasi dan aset senilai jutaan bahkan ratusan juta rupiah?
  • Apakah anda punya bisnis yang dirintis dari hasil keringat sendiri, meski saat ini masih kecil tapi punya potensi yang besar untuk berkembang, dan anda tidak ingin kehilangan aset ini jika terjadi perceraian?
  • Apakah anda akan sudah disiapkan untuk mendapat warisan dari orang tua atau keluar lainnya?
  • Apakah ada kemungkinan, meski kecil, pasangan anda sekarang ini akan berselingkuh?

Yang paling penting di sini adalah jangan sampai anda yang sudah susah payah mengurus investasi dari nol tiba-tiba harus membuang semua itu demi cinta.

6. Bangunlah portofolio yang kokoh

Sebuah portofolio bisa dibilang kokoh, jika anda berinvestasi di beberapa instrumen namun setiap komponennya dipantau dan didanai dengan baik sehingga tidak perlu risau akan terjadi kerugian. Dengan demikian, anda bisa berkonsentrasi ke hal-hal lain yang lebih penting daripada setiap detik harus mengawasi portofolio anda.

Cara wanita berinvestasi sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pria. Jika tips ini dirasa masih kurang, masih banyak informasi soal berinvestasi baik itu ditujukan untuk wanita maupun pria yang beredar di internet. Jadi tidak perlu tergesa-gesa, kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum anda mulai menanamkan uang.

Tetap Cermat Berinvestasi Emas

Harga emas memang melonjak tinggi, namun disertai fluktuasi yang tak kalah hebat. Sebagai contoh yang terjadi pada pekan lalu ketika harga ini turun US$ 57 menjadi Rp 1.815 per troy ounce setelah sempat menembus rekor tertingginya di US$ 1.920 per ounce.

Dengan harga yang sangat fluktuatif tersebut, maka masyarakat sebaiknya cermat saat mengakumulasi emas. Jangan sampai saat harga emas naik, masyarakat juga percaya berlebihan dan terus melakukan aksi beli namun kemudian turun, dan kerugianlah yang mereka tanggung.

Menurut Kepala Riset Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero, emas tidak ubahnya spekulasi. Bukan menjadi instrumen investasi murni. Kenapa? Karena emas tidak melahirkan perputaran uang. Ia stagnan, saat transaksi jual beli usai dilaksanakan.

"Saya ngga bilang emas naik terus atau turun terus. Tapi volotile, dan besar kans untuk itu. Di sisi lain emas nggak ada cashflow-nya. Saat Anda membeli saham, walaupun harganya tinggi namun bisa menikmati dividen. Kalau obligasi, harga kemahalan, ada kupon. Anda beli properti pun kalau disewakan, ada cash flow-nya. Coba emas, dalam 1 tahun tidak akan beranak," tuturnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Fisik emas akan sama sesaat Anda pertama kali membeli, namun nilainya yang berubah. Perubahan nilai, naik atau turun, dibentuk oleh mindset.

"Orang sama-sama percaya ini (emas) akan naik dan naik. Namun kembali lagi, ini rentan. Mindset manusia berubah-ubah, kadang optimis banget atau pesimis banget," tambahnya.

Untuk itu, penekanannya adalah diversifikasi investasi. Dan jangan sampai membeli emas namun dipaksakan atau melampaui kemampuan. Apalagi dengan format gadai emas atau berkebun emas.

"Persentase 5,10,20% terserah, tapi jangan beli kemudian digadaikan lagi. Buat beli lagi emas yang sama. Nanti seperrti repo, dan apa yang terjadi di 2008, repo unwinding. Untuk investor individual yang gampang diiming-imingi, hati-hati. Dengan gadai emas, bunganya mahal banget. Saat harga turun, yang bisa ludes semuanya," tegasnya.

Peningkatan permintaan emas memang telah terjadi sejak awal Agustus 2011. Bahkan PT Logam Mulia, selaku penjual emas
merasa kewahalan. Semakin banyak masyarakat yang antre di LM, terlebih saat harga emas turun hingga 3%.

Antrean pun terpaksa dibatas menjadi hanya 200 pembeli. Dengan jumlah tersebut, emas yang terjual pun sudah diatas 25 kg. Volume ini adalah yang tertinggi dibandingkan periode sebelumnya.

"Apa iya yang antre (membeli) ngerti semua tentang emas. Kalau orang berada (kaya) saat harganya nyemplung (jatuh) ya itu risikonya dia. Tapi kalau dipaksakan? kalau uang tersebut adalah uang dapur, uang untuk pendidikan?" tegasnya.

Pedagang emas pun memperlebar marjin keuntungan untuk emas dengan volume yang kecil. Padahal emas dengan satuan kecil emas, banyak dibeli oleh masyarakat berkemampuan pas-pasan.

Sebagai catatan, peningkatan harga emas dunia ternyata tidak berjalan linier pada harga saham perusahaan-perusahaan penambang emas. Saham perseroan yang tercatat di Exchange Traded Funds hanya naik 1-2%. Artinya peningkatan logam mulia dibentuk oleh persepsi, bukan fundamental ekonomi.

Sementara harga emas pada akhir pekan lalu tercatat sudah turun lagi hingga US$ 4,40 (0,24%) ke level US$ 1.855,10. Sementara harga emas murni di anak usaha PT Aneka Tambang, Logam Mulia tercatat sebesar Rp 572.000 per gram.

Lima Tips Hadapi Pasar Saham Jeblok

Beberapa orang memprediksi volatilitas pasar finansial akan terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan dan melalui banyak tantangan.

Salah satu hal yang bisa menjadi pertimbangan adalah kekhawatiran atas ekonomi Eropa dan Amerika Serikat (AS) masuk kembali ke masa resesi.

Krisis utang di Eropa saat ini bagaikan hewan liar yang terluka, sewaktu-waktu bisa menjadi ancaman yang sangat berat. Sementara dari AS, Federal Reseve sepertinya tidak bisa berbuat banyak, meski sudah menurunkan tingkat bunga jangka pendek dan menengah.

Akan tetapi, tentu saja 'kartu tarot' para analis tidak selamanya tepat. Bisa saja para pemimpin Eropa tiba-tiba menemukan cara untuk menyelesaikan krisis utangnya, merekapitalisasi bank setempat dan membayar utangnya.

Sedangkan dari Washington, mungkin saja tiba-tiba muncul jalan untuk mencairkan kredit perumahan yang membeku. Sehingga lapangan kerja kembali tumbuh. Namun, semua prediksi ini terlalu optimitis.

Menurut Perencana Investasi Harris Private Bank di Chicago, Jack Ablin, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/10/2011), ada lima langkah yang bisa dilakukan dalam menghadapi pasar yang buruk:

Susun strategi yang tepat sebelum pasar semakin buruk
Jika anda ingin berinvestasi di saham, ada kesempatan dalam bearish market. Anda bisa membeli saham berkualitas tinggi saat pasar saham jatuh. Cari perusahaan yang akan memberi dividen dalam waktu dekat. Jika anda tidak ingin mengeluarkan dana terlalu besar, berinvestasilah secara bertahap melalui saham-saham yang memberikan dividen setelah itu anda bisa keluar.

Rencanakan uang anda sebelum berinvestasi
Uang tunai pernah menjadi 'dewa' sebelum akhirnya nilai tukarnya jeblok. Tapi bukan berarti anda tidak bisa dapat untung dari uang tersebut. Fokuslah pada kebutuhan jangka pendek terlebih dahulu, seperti dana darurat, pengeluaran asuransi, tagihan pajak dan lain-lain. Hindari menyimpan uang di asuransi atau bank yang memiliki eksposur ke Eropa. Cari bank berbunga simpanan rendah tapi aman.

Gemukkan 'dana pensiun' anda
Dana pensiun yang dimaksud bukan tunjangan hari tua, tapi uang lebih yang bisa anda hasilkan dari pasar saham. Jangan berhenti berinvestasi hanya karena pasar sedang turun. Anda bisa memborong lebih banyak saham begitu indeks jeblok. Cari perusahaan-perusahaan bagus, tidak hanya di bursa dalam negeri tetapi cari sampai ke negara-negara berkembang. Ini merupakan cara yang paling baik untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Lindungi aset-aset anda
Apakah anda punya berbagai macam asuransi atau simpanan untuk uang muka rumah yang akan digunakan dalam waktu dekat? Kalau begitu, tidak ada gunanya anda masuk ke pasar modal. Lebi baik konsentrasi terlebih dahulu kepada hal tersebut di atas. Lebih baik anda cari kredit kepemilikan rumah (KPR) berbungan rendah atau asuransi dengan premi yang tidak terlalu besar untuk mengamankan aset anda.

Jujurlah kepada penasihat keuangan anda
Jika menurut anda risiko sudah mulai naik, anda perlu berkomunikasi dengan penasihat keuangan anda dengan segera. Pertanyaan yang paling berat adalah, anda siap rugi sampai berapa banyak? Apakah 10 persen, 20 persen atau tidak sama sekali? Jika anda menjelang pensiun, mintalah penasihat keuangan anda untuk melakukan hedging terhadap portofolio saham anda ketika pasar sedang jatuh.

Siapa yang bisa dipercaya untuk melindungi anda? Penasihat yang andal akan mendengarkan kekhawatiran dan aspirasi anda. Sebenarnya tidak masalah situasi pasar bergerak seperti apa jika para penasihat keuangan ini bekerja sesuai keinginan anda. Jika mereka melakukan pekerjaanya dengan baik, tidak perlu lagi ada istilah bullish atau bearish.

Lebih Aman Mana, Obligasi atau Saham?

Banyak investor, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, terjebak dengan pernyataan bahwa berinvestasi di obligasi lebih aman daripada saham. Hal ini tidak sepenuhnya benar.

Perencana Keuangan Benjamin Graham mengatakan, seharusnya para bertanya dulu, "tergantung kondisi dan harganya juga," sebelum menyatakan mana yang lebih aman.

Sebuah contoh akan memberikan gambaran mengenai konsep ini. Bayangkan anda punya dua pilihan untuk berinvestasi. Pertama, surat utang alias obligasi korporasi dengan bunga 8,5% per tahun. Jika perusahaannya bangkrut, anda berada di baris ketiga yang akan menerima kembali uang anda, setelah para kreditur dan pemegang saham mendapatkan bagian hasil likuidasi aset.

Dalam situasi kebangkrutan seperti ini, biasanya dana para pemegang saham pengendali lebih diutamakan, setelah itu pemegang saham minoritas terakhir baru para kreditur, termasuk pemegang obligasi. Tetapi tiap perusahaan bisa juga menerapkan hal yang berbeda.

Sebaiknya, anda benar-benar menghindari adanya situasi bangkrut seperti ini karena sangat kompleks dan banyak investor baru yang belum sepenuhnya tahu mengenai tata cara kebangkrutan dalam situasi seperti di atas.

Pilihan kedua, adalah saham di sebuah perusahaan yang sama sekali tidak punya utang yang diperdagangkan pada p/e rasio 10, dengan imbal hasil 10%. Manajemennya bagus, penjualan stabil dan tumbuh lebih tinggi dari inflasi. Jika terjadi sesuatu terhadap perusahaan, maka para pemegang saham menjadi yang pertama dilayani karena tidak punya utang apalagi pemegang obligasi.

Dalam situasi seperti ini, anda akan memilih berinvestasi saham di perusahaan tersebut karena lebih aman ketimbang obligasi. Jangan terkejut, masih banyak alasan lagi yang menguatkan teori ini.

Berikut beberapa alasan saham lebih aman daripada obligasi seperti dikutip dari beginnerinvest.com, Kamis (1/12/11):

1. Risiko saham hampir sama dengan obligasi, tapi saham akan berada di antrian lebih depan dibandingkan obligasi jika perusahaannya bangkrut. Pada bukunya keluaran tahun 1934, Graham mengatakan, dalam situasi yang normal (dalam arti tidak berisiko tinggi), memegang saham sama amannya dengan obligasi. Jika terjadi sesuatu di perusahaan, dana pemegang saham akan langsung dikembalikan setelah para karyawan, pemilik lahan, vendor dan lain-lain mendapatkan bagian likuidasi.

2. Biasanya batas minimal bunga obligasi sekitar 8,5% per tahun tetapi itu belum dipotong pajak, sehingga imbal hasil bersihnya sekitar 5,53% sudah dipotong pajak pendapatan. Jadi sekitar 35% dari imbal hasil atau keuntungan yang anda dapat lari ke pajak. Sementara saham, imbal hasil dari dividen biasanya sekitar 5% dan hanya terkena pajak 15% sehingga imbal hasil bersihnya sebanyak 4,25%. Jadi selisih antara saham dan obligasi bukan 3,5% tetapi hanya 1,28%.

3. Jika segalanya berjalan dengan baik, dividen saham punya potensi ditingkatkan supaya investor bisa menikmati porsi keuntungan yang lebih tinggi dari laju inflasi. Biasanya ini dilakukan setelah perusahaan menaikkan harga jual produk dan menikmati lonjakan keuntungan. Hal ini tidak bisa terjadi di obligasi, karena di awal anda sudah dipatok bunga tetap yang tidak bisa berubah. Jika tiba-tiba inflasi naik tinggi seperti krisis tahun 1998, tetap saja bunga yang anda terima sesuai kesepakatan awal.

Jika Tidak Selamanya Lebih Aman Dari Saham, Kenapa Banyak Orang Mengira Sebaliknya? Jawabannya, karena banyak investor baru yang tidak bisa membedakan antara volatilitas dan risiko.

Volatilitas adalah sebuah kata yang menggambarkan pergerakan harga yang sering, cepat dan kadang sangat tinggi atau sangat rendah. Sebuah saham mungkin naik atau turun sebanyak 50% dalam satu tahun yang sama.

Volatilitas dan risiko tak selamanya hal yang sama. Mungkin keduanya masih sulit untuk dibedakan, karena masih banyak orang yang memilih menghindari volatilitas tersebut. Contohnya, orang lebih senang mendapat yield 8,5% tiap tahun, meski sebenarnya hanya 5,53% setelah dipotong pajak, padahal inflasinya sekitar 11%.

Meski tergerus inflasi, banyak orang merasa nyaman dengan investasi obligasi tersebut karena tidak perlu berjibaku dengan segala 'roller coaster' seperti yang sering terjadi di investasi saham.

Kesimpulannya, obligasi jaman sekarang sudah tidak seaman dulu, seperti saham yang sudah sudah tidak terlalu berisiko. Semua kembali lagi ke pernyataan tadi di awal, "tergantung kondisi dan harganya juga."

Jadi manakah yang paling aman menurut anda?

Tips Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Investasi memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup kita. Pada masa kini, menabung saja tidak cukup, apalagi dengan bunga tabungan yang masih jauh di bawah inflasi tahunan sehingga nilai uang anda akan semakin tergerus dari tahun ke tahun.

Sebagai contoh, jika anda punya Rp 100 juta tersimpan dengan aman di sebuah bank dengan bunga tahunan 5%. Maka, dalam satu tahun anda akan punya Rp 105 juta. Jumlah tersebut memang bertambah, namun sebenarnya secara nilai turun.

Dengan adanya inflasi, yang rata-rata biasanya sekitar 6% per tahun, maka jika satu tahun lalu dengan uang Rp 100 juta anda bisa membeli mobil, tahun ini harga mobil itu menjadi Rp 106 juta. Uang yang anda simpan dalam satu tahun itu malah tidak cukup untuk membeli mobil, bahkan dengan bunga yang diberikan bank.

Untuk menghindari hal itu terjadi, anda butuh investasi. Tempatnya bisa di mana saja, saham, obligasi, properti atua reksa dana. Satu yang terakhir ini adalah cara investasi yang tidak membutuhkan banyak uang, tapi dengan imbal hasil yang cukup tinggi.

Dengan berinvestasi di reksa dana, dalam jangka panjang uang akan menghasilkan nilai yang lebih tinggi dari inflasi. Reksa Dana adalah pilihan bagi calon investor yang tidak memiliki dana besar, kurang memiliki waktu dan akses informasi dan ingin memiliki portofolio yang terdiversifikasi.

Bagaimana berinvestasi reksa dana dengan aman? Berikut tips-tips untuk investor pemula yang diberikan oleh Senior Financial Planner Akbar's Financial Check-Up, Lisa Soemarto seperti yang dikatakannya dalam acara peluncuran bukunya "Meraih masa depan dengan Reksa Dana" di Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (26/11/2011).

1. Konsultasikan dulu dengan Financial Planner (Perencana Keuangan)

Ada plus minusnya kalau kita langsung ke agen penjual reksa dana, karena tentunya yang dijual adalah terbatas. Memang baiknya konsultasi dengan financial planner karena profesi ini adalah independen. Jadi bisa langsung direkomendasikan produknya, terus kemudian kita akan lebih percaya diri berinvestasi.

2. Tentukan jenis reksa dana berdasarkan tujuan keuangan

Menetapkan kegunaan dana yang di investasikan pada Reksa Dana. Apakah dana tersebut untuk keperluan pembelian aset, untuk dana pendidikan anak, untuk dana pensiun atau untuk suatu keperluan lain dimasa yang akan datang.

3. Tetapkan kebutuhan investasi berdasarkan jangka waktu

Menetapkan jangka waktu kapan dana tersebut akan digunakan. Dengan demikian investor dapat menetapkan jenis Reksa Dana yang akan dibeli sesuai dengan jangka waktunya. Tidak semua Reksa Dana sesuai dengan tujuan-tujuan investasi.

4. Kenali profil risiko

Jenis Reksa Dana yang diambil juga disesuaikan dengan profil risiko investor. Hal ini akan menentukan alokasi besarnya masinh-masing jenis Reksa Dana yang harus dibeli yang disesuaikan antara profil risiko investor dan profil risiko jenis Reksa Dana

5. Pilih Manajer Investasi

Latar belakang Manajer Investasi dapat dibaca dalam prospekstus Reksa Dana. Pilihlah Manajer Investasi yang sudah mempunyai pengalaman dalam mengelola beberapa Reksa Dana.

Berikut pedoman-pedoman yang bisa anda lakukan dalam memilih Manajer Investasi:


  • Pilih yang sudah punya nama besar
  • Periksa Fund Fact Sheet, jika memperlihatkan performance yang bagus yaitu return (hasil investasi sejak diterbitkan) lebih tinggi dari tingkat suku bunga dan tingkat inflasi. Contohnya Reksa Dana A 'return' sejak diterbitkan tahun 2006 adalah 100%. Maka 'return' Reksa Dana per tahun adalah 100% : 5 tahun = 20%. Diatas 20% sudah bagus.
  • Pilih yang sudah punya website karena kita bisa download Fund Fact Sheetnya dan ada auto debit tiap bulan.
  • Periksa apakah Manajer Investasi pernah mempunyai masalah di pasar modal
  • Periksa berapa besar dana yang dikelola oleh Manajer Investasi tersebut.

Selamat berinvestasi.

7 Tips Investasi untuk Pemula

Beragam cari mencari penghasilan tambahan selain dari gaji rutin. Jika anda tidak punya banyak waktu untuk kerja sampingan, lebih baik anda mulai berpikir untuk mencari investasi.

Investasi bisa dilakukan di berbagai instrumen, mulai dari obligasi, saham, emas, dan lain-lain. Carilah investasi yang kira-kira memberikan yield (imbal hasil) lebih tinggi dari tingkat inflasi tahunan.

Jangan sampai uang lebih anda hanya disimpan di bank karena makin lama akan semakin habis tergerus inflasi. Apalagi, di jaman sekarang seluruh bank memberikan bungan tabungan yang sangat 'irit', jauh di bawah inflasi.

Berikut 7 tips dari beginnerinvest, Jumat (2/12/2001), yang mungkin berguna untuk anda dalam memulai berinvestasi. Tips-tips ini tidak terbatas hanya di beberapa instrumen investasi saja, tetapi secara menyeluruh:

1. Berinvestasilah pada saat yang tepat

Kunci pertama dalam sukses berinvestasi adalah mengetahui terlebih dahulu bahwa seperti kehidupan, ekonomi juga berjalan dengan siklusnya tersendiri. Mirip seperti musim yang berjalan hampir saham setiap tahun, begitu juga halnya dalam berinvestasi.

Jika anda masuk pada saat yang tepat dalam siklus tersebut, maka uang yang dihasilkan akan lebih banyak. Salah satu cara melihat siklus ini masih dalam tahap awal atau sudah puncaknya, atau bahkan sudah menurun akan dibahas di poin terakhir.

2. Tentukan siklus yang cocok dengan anda

Kunci kedua dalam berinvestasi adalah mengetahui siklus yang sedang berlangsung. Sebagai contoh siklus finansial di AS yang sudah pernah berjaya awal tahun 80 sampai akhir 90-an sudah berakhir, kini mereka masuk ke siklus komoditas, seperti baja, minyak mentah, sawit dan sebagainya.

3. Amati tiap siklus, pilih yang terbaik

Kunci ketiga dalam sukses berinvestasi adalah ketika memperhatikan siklus setiap instrumen investasi, anda bisa memilih siklus mana yang siap menanjak. Sebagai contoh, jika di AS sekarang ini sedang masuk di siklus komoditas, baja sempat menjadi yang paling seksi. Sekarang baja sudah mulai turun dan siap digantikan emas. Jika anda mencermati siklus ini dengan baik, maka sudah saatnya anda masuk untuk membeli emas dengan segera.

4. Cari instrumen investasi yang anda kuasai

Kunci keempat dalam sukses berinvestasi adalah memilih instrumen investasi yang anda kuasai, lebih bagus lagi yang anda sukai. Ada beberapa pilihan jika anda akan memulai investasi dengan modal kurang dari Rp 10 juta.

- Reksa Dana, yaitu wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.

- Beli saham di pasar modal. Dengan terjun langsung ke pasar modal anda bisa memiliki saham di perusahaan-perusahaan yang anda inginkan, tinggal menunjuk broker yang profesional maka anda bisa langsung mulai. Biaya (fee) untuk broker pun tidak terlalu tinggi dan anda bisa dengan mudah melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko.
- Logam Mulia. Dengan membeli logam mulai, contohnya emas, anda tidak perlu tertalu repot mengurusinya. Tinggal didiamkan saja maka harganya akan naik. Tapi, di tengah krisis seperti sekarang ini harganya berfluktuatif dengan cepat. Kalau anda pintar, anda bisa beli di saat murah dan jual di saat tinggi.

5. Investasi Harus Ditahan untuk Jangka Panjang

Kunci kelima dalam sukses berinvestasi adalah harus ditahan untuk jangka waktu yang cukup panjang. Hal ini dilakukan untuk menepis volatilitas dan risiko kerugian. Kesalahan terbesar yang sering dilakukan investor adalah selalu terlalu siap melindungi portofolionya, sehingga sering panik ketika pasar jatuh dan melepas seluruh investasinya.

Padahal, sebaiknya investor harus yakin kalau tren melemah itu hanya bagian dari siklus yang nantinya akan kembali menguat, kecuali memang siklus instrumen investasi tersebut sudah mendekati puncaknya.

6. Evaluasi setiap tren investasi

Kunci keenam dalam sukses berinvestasi adalah menjadi investor yang bertolak belakang, tetapi tidak melawan pasar. Contohnya, saat semua orang melakukan aksi beli, anda harus jadi penjual. Begitu juga sebaliknya, saat semua orang menjual, anda harus jadi pembeli. Seperti kata Warren Buffett, "anda harus rakus saat orang lain ketakutan, dan ketakutan saat orang lain rakus."

7. Ketahui puncak dari siklus investasi sebelum jatuh

Kunci ketujuh atau terakhir dalam sukses berinvestasi adalah awasi puncak siklus investasi sebelum jatuh. Sebuah investasi akan mencapai puncaknya sebelum akhirnya masuk ke tren menurun. Memang puncaknya tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, tapi ada beberapa ciri yang bisa anda perhatikan:


  • Imbal hasil yang anda dapatkan tiba-tiba mengebut, lebih tinggi dari yang biasanya anda dapatkan dalam jangka waktu setahun. Sebentar lagi siklus investasi ini akan mencapai puncaknya.
  • Jika semua yang anda kenal, teman-teman, saudara dan tetangga membicarakan soal keuntungan hasil investasi yang didapat di instrumen yang sama dengan anda. Ciri-ciri mendekati puncaknya.
  • Jika banyak orang mulai berhenti kerja dan mengandalkan hidup hanya dengan berdagang saham di bursa lewat online trading, atau menjadi broker properti. Contoh seperti ini menunjukkan kedua instrumen investasi itu sudah mencapai siklus puncaknya, sudah saatnya anda mencari instrumen investasi baru dengan siklus yang masih muda.

Semoga sukses memulai investasi...

9 Resolusi Proaktif untuk Karier Cemerlang

Tahun segera berganti. Waktunya Anda memulai perencanaan karier agar lebih baik lagi di tahun depan. Anda bisa mengadopsi saran yang diberikan Shelly Gorman, direktur managemen karier dari UNC Kenan-Flagler Business School, tentang beberapa resolusi proaktif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan karier Anda.

 1. Cek kembali manajemen karier Anda.
Untuk memastikan Anda berada pada jalur karier yang tepat untuk Anda, maka tak ada salahnya untuk mengecek kembali dan intropeksi diri Anda dengan pertanyaan seperti, "Dalam pekerjaan ini apakah saya bisa sepenuhnya memanfaatkan keahlian saya?", "Apa visi lima tahun saya ke depan, dan apakah karier saya yang sekarang bisa mewujudkan hal ini?", "Apakah saya menikmati apa yang saya lakukan sekarang ini?"

2. Miliki pola pikir proaktif.
Terkadang banyak orang yang terperangkap untuk selalu menunjukkan nilai dan kemampuan mereka, tapi sayangnya mereka tidak pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan karena mereka tidak berpikir proaktif dan malu bertanya. Dalam manajemen karier, menjadi rendah hati dan proaktif memang sangat dibutuhkan.

3. Temukan "merek" Anda dan "jual diri" Anda.
Seringkali, banyak orang tidak mampu "menjual diri" mereka dengan baik ketika mencari pekerjaan baru atau bersaing untuk mendapatkan posisi baru di kantor mereka saat ini. Temukan berbagai hal yang menjadi kekuatan Anda dalam bekerja. Setelah Anda menemukan kekuatan diri, Anda akan lebih mudah mengkomunikasikan keterampilan, potensi, dengan pekerjaan yang akan Anda lakukan.

4. Memotivasi diri.
Untuk mendapatkan posisi dan karier yang lebih baik lagi maka Anda tak boleh berhenti untuk tetap belajar dan memotivasi diri. Ambillah sebuah kelas keterampilan atau kembali ke bangku kuliah untuk mengembangkan keterampilan dan memajukan karier Anda tanpa mengganggu pekerjaan Anda.

5. Membangun Networking.
Tak bisa dipungkiri bahwa adanya jaringan atau networking bisa berpengaruh pada peningkatan karier Anda. Terutama jika pekerjaan Anda berhubungan dengan orang lain dan membutuhkan adanya hubungan dengan orang lain. Namun Gorman mengatakan, bahwa sebenarnya networking ini hanyalah sebagai alat pendukung untuk melakukan pekerjaan Anda, bukan sepenuhnya dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan.

6. Terus belajar.
Jangan pernah malu untuk tetap terus belajar dari orang lain yang lebih sukses untuk membantu membangun kemajuan karier Anda. Namun, jangan hanya belajar dari satu orang saja, ada baiknya untuk belajar dari beberapa orang sukses sekaligus. Karena dengan berkonsultasi pada beberapa orang sekaligus, Anda dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan dari berbagai sudut pandang.

7. Jangan terlalu banyak berasumsi.
Jangan biarkan asumsi negatif Anda tentang industri atau posisi pekerjaan tertentu menghambat kemajuan karier Anda. Jika kebetulan Anda ditawarkan untuk mengisi posisi jabatan baru, maka jangan terlalu berasumsi negatif. Sebaiknya lakukan beberapa penelitian sederhana tentang pekerjaan tersebut dan posisinya agar Anda bisa melakukannya dengan baik. Jangan mudah menyerah dan pesimis sebelum Anda mencobanya karena terpengaruh berbagai asumsi negatif.

8. Buatlah perencanaan pengelolaan karier.
Buatlah rencana manajemen karier Anda lengkap dengan tolok ukur dan metrik rencana kerja. Hal ini bertujuan untuk membantu visi kerja Anda tetap berada di jalur yang tepat. Selain bekerja, buatlah rencana untuk menghadiri berbagai pertemuan untuk menjalin relasi dengan orang lain sekaligus bisa membantu Anda untuk berpikir proaktif. Seringkali, orang-orang terlena dengan menjalankan kehidupan yang mengikuti arus. Padahal, waktu Anda akan lebih bermanfaat dan menyenangkan, karier pun semakin naik kelas, jika Anda memiliki rencana tertentu pada karier dan hidup.

9. Jadilah teman yang baik untuk diri sendiri.
Kita seringkali mengandalkan teman baik untuk mendapatkan nasihat. Jika Anda begitu yakin dengan nasihat sahabat Anda, mengapa tak coba melakukannya terhadap diri sendiri? Percayalah bahwa Anda bisa memotivasi diri Anda jauh lebih baik karena Andalah yang paling tahu apa yang tepat untuk Anda dan hal yang paling baik yang bisa Anda lakukan.