Site Map

Tampilkan postingan dengan label Finance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Finance. Tampilkan semua postingan

25/01/12

Megaupload Officially Closed

Because deemed to contain a lot of illegal content Megaupload finally closed. This is thefruit of the demands of the industry who feel aggrieved by the existence of the file sharing sites.

According to the Department of Justice in the United States, Megaupload estimated tohave been detrimental to the industry worth $ 500 million. Therefore, these sites alreadyhold millions of illegal content such as music, movies, and other files.

Although based in Hong Kong but apparently Megaupload has a number of serverslocated in Ashburn, Virginia, United States. This is what makes the local governmentmanaged to silence the site.

Not enough to just simply close the site Megaupload, four people who operate the sitesthat had also been picked up by the government. They are Kim Dotcom, 37 years, threeemployees who are in New Zealand, and three other employees who have not been identified.

Catching Boss MegaUpload




MegaUpload closure has led to various responses from all over the Internet. However,drama was not as good as the closing arrest of the founder MegaUpload - Kim 'Dotcom'Schmitz - which is very similar to events in the movies of Hollywood-style action.

On Friday January 20, 2012, dozens of police officers equipped with vehicles andhelicopters raided the residence of Schmitz, a German citizen aged 38 years who washiding in his palatial home.

Consciously invaded, Schmitz then activate a number of key electronics around the houseand refused to allow police to enter the house for U.S. $ 23 million (Rp205 billion) in the area of ​​Coatesville, New Zealand.

When the police burst in, Schmitz then barricaded himself in space protection in his house.The police then managed to dismantle the security door. Apparently, Schmitz was on guard with a shotgun at his side. Fortunately there was no further incident when police dothe tracking of property owned by Schmitz.

In New Zealand, police seized approximately 18 Schmitz-owned luxury vehicles valued at approximately U.S. $ 4.8 million (Rp42 billion). Police also seized electronic devices andcash of approximately U.S. $ 8 million from bank accounts located in the country. In total,assets of approximately U.S. $ 50 million in property frozen worldwide Schmitz.

According to Jeffrey Carr, an expert on Internet security, Schmitz and his family chose New Zealand because the country 'not monitored radar' and away from the attention of Interpol.However, the country also has a better lifestyle than the Eastern European countries.
Today, Schmitz faces charges of up to 20 years in prison on charges konsiprasi forcopyright infringement, conspiracy to commit money laundering and conspiracy. He andother employees who were arrested MegaUpload also not given the option of bail.

MegaUpload itself was founded in 2005 and continues to grow to have 150 millionregistered subscribers. When closed, the site was visited by around 50 million visitors perday. There, users can upload videos, music and other files and create a URL link to download the file in question.

Unlike other sites, there is no search facility on MegaUpload. This site relies on users topublish links to the files they have uploaded.

Schmitz own arrest directly generates a wave of protest from the hackers. Anonymoushacker group then immediately rip off company sites who take shelter under the MotionPicture Association of America (MPAA), Recording Association of America (RIAA), as well as websites belonging to the FBI and U.S. Justice Department.

04/01/12

Pro dan Kontra Redenominasi Rupiah

Kok dibilang "lagi"? Karena sebenarnya ini isue yang sudah pernah dibicarakan diawal tahun 2011 tapi kembali menjadi pembicaraan dalam satu minggu terakhir. Jadi sebenarnya suka atau tidak suka, mau atau tidak mau , perlahan tapi pasti ternyata Pemerintah tetap meneruskan rencana untuk melakukan Redenominasi pada mata uang Rupiah kita tercinta ini. Hal ini terbukti dengan disetujuinya rancangan Redenominasi oleh pemerintah pada pertengahan Maret 2011 kemarin. Sekarang tinggal menunggu apakah usulan tersebut akan mendapatkan persetujuan oleh DPR untuk dilaksanakan.

Secara konsep Redenominasi adalah proses dimana suatu pemerintahan, dalam hal ini Indonesia membuang 000 alias tiga nol dibelakang mata uang rupiah kita dengan tujuan untuk menyederhanakan penulisan, pencatatan, transaksi dan penyebutan kedepannya, akan tetapi tidak mengurangi nilai dari transaksi tersebut. Sehingga apabila kita sekarang mempunyai uang Rp. 1,000,000,- (satu juta rupiah), maka setelah Redenominasi uang kita akan menjadi "hanya" Rp. 1,000,- (seribu rupiah) mata uang baru. Nilai seribu rupiah baru ini akan bisa dipakai untuk membeli barang (transaksi) yang nilainya setara dengan satu juta saat ini.

Lho? Kalau sedemikian simpel lalu kenapa banyak orang membicarakannya? Serta ada beberapa kelompok orang yang malah menentangnya? Hal ini tidak terlepas dari trauma masa lalu dimana pernah suatu ketika ada kejadian pemotongan nilai uang (Sanering) pada tahun 1959-1966. Kondisi hyper-inflasi saat itu yang menyebabkan pemerintah mengambil tindakan Sanering dimana nilai uang dari Rp. 500 dipotong menjadi Rp. 50 dan uang Rp. 1,000 dipotong menjadi Rp. 100,-.

Meskipun berbeda jenis, banyak anggota masyarakat yang nantinya tetap tidak dapat membedakan antara keduanya. Hal ini ditakutkan bisa menyebabkan kepanikan. Meskipun dalam prakteknya di beberapa negara lain yang telah melakukan Redenominasi sempat terjadi hyper-inflasi dalam beberapa tahun pertama diterapkan kebijakan ini. Hyper-inflasi ini sendiri sering terjadi karena banyak hal. Salah satu yang terpentik adalah efek psychologi kepanikan dari masyarakat yang "tidak percaya" memegang mata uangnya sehingga membelanjakan / membelikan aset. Alhasil hukum supply demand terjadi dan harga-harga barang bisa naik. Penyebab lainnya bisa terjadi karena ulah pengusaha / pedagang yang mungkin "nakal" yang ikut-ikutan menaikan harga jual barang/jasa mereka karena beranggapan harga mereka terlalu rendah. Terakhir kenaikan barang yang menyebabkan hyper-inflasi bisa saja terjadi karena adanya pembulatan harga keatas apabila tidak terdapat pecahan kecil untuk mata uang baru.

Oleh sebab itu akan dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak agar tidak ada pihak-pihak yang mencuri kesempatan "menaikan harga" jual dagangan mereka karena tiba-tiba harganya "terkesan" murah. Contoh kita makan steak “pinggir jalan” seharga Rp. 75,000 sampai dengan Rp. 100,000,- dengan adanya redenominasi mendadak harganya jadi "cuma" Rp. 75 dan terkesan mudah, maka steaknya dinaikin jadi Rp. 150,-. Lha steak yang sama ini langsung naik jadi 100% dari harga lamanya. Masih bagus kalau cuma naik 100%, kali aja dinaik dari Rp. 75 ke Rp. 750 bisa aja kan? Ini yang kemudian menjadikan hyper-inflasi.

Hyper-inflasi ini kemudian akan turun dan mereda beberapa tahun kemudian. Hal ini akan sangat dipengaruhi oleh kesiapan pemerintah dalam melakukan sosialisasi tentang Redenominasi ini serta melakukan operasi pasar untuk mencegah pengusaha dan pedagang nakal yang menaikan harga jual barang mereka. Atau kalau ini tidak dilakukan dengan hati-hati bisa berdampak kepanikan di masyarakat yang menganggap ini pemotongan uang lagi. Sehingga akibatnya orang akan memborong mata uang lain dan emas (LM) plus hyperinflasi akan semakin parah. Banyak negara-negara khususnya negara berkembang yang telah melakukan redenominasi ini. Sedangkan negara terakhir yang berhasil melakukan Redenominasi yaitu Turki dengan Lira nya. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mereka Redenominasi mata uang mereka dan cukup sukses dan berhasil.

Kembali ke niatan awal Pemerintah untuk me-redenominasi-kan rupiah. Untuk jangka panjang hal ini memang akan sangat berguna dan bermanfaat bagi rakyat dan martabat negara Kesatuan Republik Indonesia dan mata uang kita. Akan tetapi sekali lagi proses pelaksanaannya harus dilakukan dan dijaga dengan ketat. Serta proses sosialisasi yang harus dilakukan dalam jangka panjang agar tidak ada pihak-pihak yang mencari keuntungan dalam kondisi ini. Sehingga yang tadinya redenominasi salah satunya diniatkan untuk menekan inflasi malah justru menyebabkan hyper-inflasi berkepanjangan.

Saham-saham Pilihan untuk 2012

Tahun 2012 akan segera datang. Sudahkah Anda memilih-milih saham-saham yang akan menjadi pilihan investasi Anda di tahun 2012? Jika anda berencana mulai berinvestasi di saham, atau berniat melebarkan portofolio kepada saham-saham lain, beberapa saham di bawah ini bisa menjadi pilihan di 2012.

Berikut ini adalah beberapa saham pilihan dari outlook 2012 versi eTrading Securities yang dikutip detikFinance, Kamis (23/12/2011):

1. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS)
  • Pasokan gas yang cukup adalah kunci keberhasilan PGAS di tengah tingginya permintaan gas alam.
  • PGAS berencana memakai alat pengiriman gas antar moda seperti CNG dan LNG untuk memperluas distribusi yang ada dan kapasitas transmisi.
  • PGAS berencana mempersiapkan bahan baku gas non-konvensional seperti Caol Bed Methane (CBM) alias gas metana dari batubara.
  • Sebagai perusahaan plat merah, PGAS punya kebijakan dividen yang menarik.
  • Secara fundamental, target kami untuk harga PGAS Rp 4.700 per saham yang merefleksikan 14,8x P/E FY12E.

2. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  • Efisiensi dalam mengatur biaya produksi akan memberikan hasil yang baik dan jangka panjang bagi INDF. Naiknya harga bahan baku (terigu untuk mie) bisa dimanfaatkan untuk menjaga margin keuntungan dengan menaikkan harga.
  • Kami perkirakan volume produksi divisi agribisnis akan meningkat secara signifikan di masa mendatang, juga mendapatkan keuntungan atas naiknya harga komoditas.
  • Katalis penggerak tumbuhnya INDF adalah rendahnya utang sehingga tidak menghambat laju perolehan labanya.
  • Secara fundamental, target kami untuk harga INDF di Rp 5.500 per saham yang merefleksikan 12,5x P/E FY12E.

3. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
  • JSMR adalah pemain terbesar di Industri tol dalam negeri, mengoperasikan tol sepanjang 531 km ataus etara 72% dari total jalan tol di Indonesia.
  • Saat ini, JSMR memegang 9 konsesi tol baru dengan estimasi sepanjang 215 km.
  • Disetujuinya undang-undang pembebasan lahan akan memberi imbas positif. Dengan demikian, proyek-proyek JSMR akan berjalan sesuai jadwal.
  • Industri tol murni diserap oleh konsumsi domestik, dengan demikian kinerja JSMR tak terpengaruh krisis global.
  • Naiknya tarif tol secara konsisten dalam dua tahun sekali akan menghindarkan omzet JSMR dari tekanan inflasi.
  • Walau perkiraan harga wajar kami untuk JSMR hanya di Rp 4.050 per saham, kami yakin dalam perkembangannya nanti target harga berpotensi naik. Berdasarkan analisis konsensus, harga wajar JSMR adalah Rp 4.696 per saham yang merefleksikan 17,5x P/E of our FY12E.

4. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
  • AKRA didukung oleh infrastruktur logistik dan jaringan kuat yang masih punya potensi berkembang tinggi.
  • Pertumbuhan pendapatan yang tinggi didorong oleh tingginya permintaan di bisnis BBM.
  • Masuknya ke bisnis tambang dan infrastruktur logistik di Kalimantan akan mendorong pendapatan AKRA di masa mendatang.
  • Posisi kas AKRA kuat dan rasio pinjaman negatif.
  • Target harga kami untuk saham AKRA di Rp 3.200 per saham yang merefleksikan 18x P/E FY12E.

5. PT Wintermar Offshore Tbk (WINS)
  • WINS spesialis dalam industri jasa pelayaran, fokus di industri lepas pantai.
  • Permintaan yang tinggi atas kapal semakin tinggi atas tumbuhnya industri migas lepas pantai di Indonesia, ditambah dengan azas cabotaget yang juga menjadi sentimen positif bagi perseroan.
  • Fokus perseroan pada peremajaan kapal menghasilkan armada yang muda dan berteknologi terkini, sehingga memberikan WINS kesempatan maju paling depan diantara para kompetitornya
  • Kami berinisiasi WINS dengan rekomendasi BUY dengan target harag Rp 480 per saham yang merefleksikan 10,7x P/E FY12E.

6. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP)
  • Dalam pandangan kami, disahkannya UU pembebasan lahan berpotensi memberikan kontirbusi tambahan kepada permintaan semen.
  • Permintaan semen Indonesia sudah tumbuh 17% secara tahunan di sepuluh bulan pertama tahun ini menjadi 39 juta MT dan penjualan semen terus mencetak rekor tertinggi. Total volume penjualan semen di Oktober mencapai 4,7 juta MT. Asosiasi semen Indonesia mengharapkan permintaan tahun 2012 akan tumbuh 8-10% YoY. Target pertumbuhan volume penjualan INTP diprediksi mencapai 10%.
  • Utilisasi pabrik INTP sudah mencapai lebih dari 90% dan menaikkan harga jual 1,5% di Juli dan September. Kapasitas pabrik INTP akan ditingkatkan dari 18,6 juta MT menjadi 20,6 juta MT yang akan mulai berjalan pada awal 2013.
  • Berdasarkan analisis konsensus, harga wajar INTP di Rp 18.195 per saham yang merefleksikan 16,2x P/E FY12E.

7. PT Bakrieland Development (ELTY)
  • ELTY berencana menghindari aksi korporasi yang bisa menurunkan harga sahamnya ELTY, seperti rights issue.
  • Fokus pada pengembangan aset dan menjual aset-aset yang tidak produktif untuk meningkatkan modal.
  • NAV perseroan berdasarkan laporan keuangan tahun 2010 berada di Rp 341 per saham.
  • Berkomitmen untuk membereskan proyek yang sedang berjalan.

8. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
  • Daerah industri dan komersial di Karawang seluaa 1.400 hektar memberikan kontribusi Rp 130 miliar atau 55,3% kepada pendapatan perseron. Pada triwulan I-2011, lahan yang masih tersedia untuk dikembangkan tersisa 161 hektar.
  • Dari lahan tersebut, jika perseroan berhasil menjual 40 hektar saja, kami perkirakan pendapatannya akan mencapai Rp 145 miliar.
  • Secara historis, SSIA sudah berencana untuk mengembangkan jaringan hotel murah, dengan 30 hotel akan dibangun dalam tiga tahun ke depan yang mengakomodasi 4.000 kamar. Rencana ini akan dikembangkan dalam tiga tahap, tahap pertama 5 unit, kedua 10 unit dan terakhir 15 unit hotel.

9. PT PP (Persero) Tbk (PTPP)
  • Tingginya pertumbuhan ekonomi RI akan mendorong pengembangan infrastruktur di masa mendatang. Pertumbuhan konstruksi di 2011 diperkirakan 7,5% dan 8,4% di 2012.
  • Undang-undang pembebasan lahan akan mempercepat pembangunan gedung-gedung dan infrastruktur lainnya.
  • Kinerja keuangan PTPP masih solid. Pada triwulan III-2011, pendapatan naik 30,07% dari periode sebelumnya. Sektor konstruksi merupakan penyumbang terbesar ke pendapatan, yaitu sebanyak 93,43%.
  • PTPP menempati peringkat tiga besar perusahaan konstruksi dari sisi pendapatan, ditambah dengan rasio utang yang rendah menjadikannya salah satu pemain besar di sektor konstruksi dalam negeri.
  • PTPP mulai masuk berinvestasi di proyek infrastruktur tahun ini, juga berencana melepas unit usaha menjadi anak usaha di bidang properti. Ini akan mengurangi beban operasional dan mendiversifikasi risiko bisnis
  • Kami menginisiasi harga saham PTPP rekomendasi BUY dengan target harga Rp 550 per saham yang merefleksikan 7,3x P/E FY12 E.

10. PT Harum Energy Tbk (HRUM)
  • Melalui anak usaha dan perusahaan yang terafiliasinya, HRUM memiliki tiga tambang emas seluas total 47.000 hektar. HRUM adalah perusahaan tambang terbesar keenam di Indonesia.
  • Volume produksinya meningkat 38% sepanjang 2007-2010, juga menargetkan produksinya berlipat ganda di 2012 dari produksi tahun 2010.
  • HRUM memiliki jaringan tambang terintegrasi yang menyokong kegiatan operasionalnya. HRUM punya akses pribadi mulai dari jalan tambang, fasilitas pengangkutan, dan transportasi laut.
  • HRUM memiliki arus kas yang kuat dengan rasio utang rendah.
  • Kami masih mengkaji harga wajar HRUM. Tapi analisis konsensus menargetkan harga wajar HRUM di Rp 10.061 yang merefelksikan 11,5x P/E FY12E.

11. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO)
  • INCO adalah produsen nikel terbesar di dunia dengan total produksi 76.000 metrik ton di 2010. INCO berencana meningkatkan produksinya di 2015 menjadi 90.000 metrik ton.
  • Efisiensi akan menjadi program utama INCO untuk mengurangi ongkos produksi dalam lima tahun ke depan. Dimulai dengan mengganti bahan bakar minyak menjadi turbin air (Proyek Karebbe).
  • INCO memiliki ongkos produksi paling hemat di industri yaitu US$ 10.100 per metrik ton.
  • Secara fundamental, target harga kami untuk INCO berada di Rp 3.950 yang merefleksikan 10,6x P/E FY12E.

Selamat berinvestasi...